Buku Keajaiban Ikhlas, Bab 3. Manfaat2 Ikhlas

Buku Keajaiban Ikhlas

Penulis : Muhammad Gatot Aryo

Bab 3. Manfaat-Manfaat Ikhlas

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d : 28)

Ikhlas selama ini di pandang sebagai sebuah misteri, ulama melihat persoalan  ikhlas hanyan di lihat dari kondisi mentaln psikis manusia saja. Ikhlas sendiri adalah kondisi pikiran dan hati manusia, dimana ia memurnikan dan menyerahkan dirinya hanya kepada Allah SWT. Ikhlas juga bisa di simpulkan sebagai proses penyerahan diri manusia sebagai makhluk (ciptaan) pada Sang Khalik (Pencipta) secara utuh, untuk segala aktifitas usaha dan ikhtiarnya, dalam segala ketetapan yang di putuskan Sang Khalik (pencipta) pada makhluknya (ciptaan).
Ikhlas, membawa ketentraman hati dalam diri manusia. Hati yang tentram adalah bukti “Rasa Ber-Tuhan” ada dalam diri manusia, rasa itu juga akan membawa nilai-nilai positif dalam kehidupan manusia. Ikhlas sendiri, juga bisa membawa manusia pada pennyerahan diri secara total atas keberadaan Allah sebagi sang Pencipta.
Dan keberadaan Tuhan dalam diri manusia bukanlah mitos atau spekulasi belaka, motivasi ilmiah ilmu pengetahuan modern berusaha mencari keberadaan “Rasa Ber-Tuhan” dalam diri manusia. Keikhlasan manusia, bisa diartikan sebagai bukti hadirnya “Rasa Ber-Tuhan”, dan hal tersebut tidak di persepsikan sebatas semangat dan potensialnya saja. Tapi juga ke-hancef-an(kecenderungan pada yang baik), para ilmuwan Noeorusains, telah mengkaji bahwa keberadaan “Rasa Ber-Tuhan” itu, ada dalam otak manusia.
Vilyanur Ramachandran (2002), ahli otak yang menyebut adanya God Spot dalam otak manusia ketika melaporkan kasus ‘melihat’ Tuhan yang dialami oleh Dr Michael Persinger, neoro-psikolog dari Kanada, ketika otaknya dipasangi kabel-kabel magnetik perekam aktivitas bagian-bagian otak. Persinger, meski sekular seratus persen, tapi dengan perangsangan magnetik pada lobus temporal-nya, ia dapat ‘melihat’ Tuhan. Melihat-Nya bukan secara objektif dengan indra manusia, tapi adanya perasaan mistis yang dialaminya.
God Spot ini bertempat di bagian dahi yang di dalamnya terjadi pemaknaan terhadap apa yang didengar dan apa yang dicium. Aktifitas lobus temporal ini meningkat ketika seseorang diberi nasihat-nasihat religius. Ramachandran meyakini keberadaan jalur khusus syaraf yang berhubungan dengan agama dan pengalaman religius. Rasa beragama ini melalui ”proses kimiawi”dalam jaring syaraf tertentu dan karenanya tidak bersifat kosmis, seperti keyakinan banyak para penganut tasawuf.
Ilmuan lain, Erich Fromn (1989) menuturkan tentang aktivitas khusus lobus temporal sebagai bukti bahwa beragama, memang sudah menyatu (built in) dengan manusia. Sifat religiusitas ini tidak bisa hilang, walau seseorang tidak menganut satu agama (secara formal). Meski perasaan ini bisa di alami setiap orang kapan dan dimanapun, seperti para mistis yang biasa menciptakannya. Tapi para ilmuwan telah melakukannya dengan cara yang berbeda, yakni menyentuh bagian tertentu dengan perangsangan magnetik pada otak hingga perasaan itu muncul.
Dalam model yang berbeda, belakangan populer istilah kecerdasan spiritual (Spiritual Quotien, SQ), yang ada dalam setiap individu temuan Danah Zohar dan Ian Marshal (2002). Ini melengkapi temuan dua kecerdasan sebelumnya yakni kecerdasan intelektual (Intellectual Quotien, IQ) yang diperkenalkan oleh Wilhelm Stern dan kecerdasan emosional (Emotional Quotien, EQ) yang di temukan oleh Joseph deLoux yang kemudian di populerkan oleh Daniel Goleman. Kecerdasan Spiritual (SQ) setingkat lebih tinggi dari kecerdasan emosional (EQ) yang mengelola perasaan pemiliknya.
Kecerdasan Spiritual atau SQ itu adalah kecerdasan yang berkaitan dengan hal-hal yang transenden. Ia melampaui kekinian dari pengalaman manusia dan merupakan bagian terdalam dan terpenting dari manusia, yang oleh ilmuan neorosains dibuktikan berbasiskan pada otak manusia. Basis itu adalah; (1) Osilasi 40 Hz, (2) Penanda Somatik, (3) Bawah Sadar Kognitif, dan (4) God Spot. Keempatnya melukiskan kesatuan kerja jaringan saraf yang menyatukan kepingan-kepingan pengalaman menjadi sesuatu yang utuh. Mereka menjadi substrak kehadiran Tuhan yang sekian lama hanya dapat ‘diraba-raba’ dengan piranti teologis.
Selain pencarian jejak Tuhan melalui otak, kondisi keikhlasan juga dapat di temui melalui jasmani dan ruhani manusia. Karena jati diri manuisa itu terdiri dari tiga bagian penting, yaitu jasmani, ruhani, dan akal. Ikhlas seorang manuisa akan mempengaruhi prilaku positif, yang mengarah pada kecenderungan seseorang berbuat kebaikan. Energi positif ikhlas dalam diri manusia, lambat laun akan membawa aktivitas hidup manusia tersebut, pada kualitas hidup terbaiknya. Apabila proses ikhlas itu terus berlangsung berulang-ulang, maka pengaruhnya akan sangat  baik bagi kesehatan jasmani manusia dengan meningkatnya sistem imunitas dan keseimbangan hormon, yang akan memperkuat sistem kekebalan tubuh manusia. Juga kesehatan ruhani, membangun mental psikis yang positif. Dan kesehatan akal, dengan pikiran-pikiran positifnya juga.

A. Mensehatkan Jasmani Manusia

“(1.)Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? (2.) dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, (3.) yang memberatkan punggungmu?.”
(QS. Alam Nasyrah :1-3)

Ikhlas adalah keajaiban dalam diri manusia  yang di anugrahkan Allah dalam kehidupan. Ikhlas juga kunci yang dapat membuka pintu-pintu jawaban atas segala persoalan kehidupan. Manuisa hari ini terlalu menggungkan-agungkan kemajuan peradaban modern, dengan segala pembangunan dan teknologi yang di ciptakannya. Modernisasi memang membawa dampak positif bagi manusia, dengan segala kemudahan-kemudahan teknologinya dalam kehidupan. Tapi modernisasi juga ternyata membawa sisi negative, yaitu terjadinya krisis makna hidup, kehampaan spiritual, yang membuat tersingkirnya nilai-nilai Agama dan Tuhan dalam kehidupan. Akibatnya “Kehampaan Spiritual” tersebut menjadi sumber krisis peradaban modern, yang akarnya berawal dari penolakan manusia terhadap hal-hal yang bersifat rohaniah (spiritual) dan menyingkirkannya secara gradual dalam kehidupan manusia.
Manusia modern, menjadi semakin sulit menemukan ketenangan bathinnya. Hal tersebut disebabkan manusia modern, sulit menjaga keseimbangan dan keharmonisan hidupnya. Baik keseimbangan dan keharmoniasan hubungan antara manusia dengan Alam Semesta, atau dengan manusia lain, dan yang paling utama hubungannya dengan Tuhan (Allah). Kehidupan modern tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok manusia dalam nilai-nilai transeden (Ketuhanan), kebutuhan vital yang hanya bisa di gali melalui sumber “Wahyu Ilahi”. Hal tersebut membuat  beberapa ilmuan, seperti Sayyd Hossein Nasr menyerukan kepada masyarakat modern untuk kembali kepada hikmah spiritual agama, dan membatasi diri dalam mengexploitasi kesenangan hidup duniawi. Sebab kondisi manusia ketika menghadirkan keberadaaan Tuhan, terbukti menghasilkan pengaruh baik (Ke-hancef-an) yang menyelubungi persepsi manusia terhadap realitas objektif Ilahi.
Hal di atas membuktikan bahwa manusia modern harus memikirkan kembali kehadiran Tuhan yang menjadi dasar (landasan) kebijakan hidup meraka. Manusia modern membutuhkan agama untuk mengobati krisis hidup yang di deritanya, agar mereka dapat menemukan kembali integritasnya dengan Alam dan Tuhan secara utuh. Sebab peradaban modern tidak dapat membuktikan dirinya mampu terlibat dalam proses perubahan dan menjadi (becoming) secara utuh.
Akibat dari “kehampaan Spiritual” tersebut terlalu banyak manusia modern yang hidup di dalam kadar stres yang cukup berat, emosi yang labil, hidup dalam ketakutan, rasa cemas yang berlebihan, mudah marah, sedih, dan panik. Akibatnya banyak manusia modern yang hisup dalam gangguan mental, yang dampak konflik kejiwaan tersebut mempengaruhi fisik manusia yang dapat menimbulkan penyakit fisik (psikomatis). Hal tersebut, berakibat pada ketidakbahagiaan hidup (krisis) manusia modern.
Stress adalah respon fisiologis, psikologis, dan prilaku dari seorang untuk mencari penyesuaian terhadap tekanan yang sifatnya internal maupun ekternal. Stress tidak hanya berbahaya secara kejiwaan, tetapi juga mewujud dalam berbagai kerusakan tubuh.
Gangguan umum yang terkait denga stres dan depresi adalah beberapa bentuk penyakit kejiwaan, ketergantungan obat, gangguan tidur, gangguan pada kulit, perut tekanan darah, pilek, penyakit tualang, ketidak seimbangan ginjal, kesulitan bernafas, alergi, serangan jantung, hingga pembengkakan otak. Walaupun penyakit-penyakit tersebut bukanlah satu-satunya di sebabkan stres, tetapi secara ilmiah telah membuktikan bahwa penyebab gangguan-gangguan kesehatan semacam itu, biasanya bersifat kejiwaan.
Stres merupakan keadaan batin  yang di liputi  kekhawatiran akibat perasaan seperti takut, tidak aman, ledakan perasaan yang berlebihan, cemas, dan tekanan-tekanan lain yang dapat merusak keseimbangan hormon dalam tubuh manusia. Akibatnya tubuh manusia bereaksi dan membangkitkan tanda bahaya, sehingga memicu terjadinya beragam reaksi biokimia di dalam tubuh.
Mulai kadar adrenalin dalam aliran darah meningkat, penggunaan energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi. Gula, kolesterol, dan asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah. Tekanan darah meningkat, dan denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan ke otak dan kadar kolesterol naik, maka hal tersebut dapat menunculkan masalah dan penyakit bagi tubuh manusia.
Stres juga dapat mengubah fungsi-fungsi tubuh normal tubuh, dan hal tersebut dapat berakibat buruk bagi kesehatan jasmani manusia. Sebab stres membuat kadar adrenalin dan kortisol didalam tubuh meningkat di atas batas normal. Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama berujung pada kemunculan dini gangguan-gangguan penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada dinding saluran pencernaan, penyakit pernafasan, eksim dan psoriasis. Kadar kortisol yang tinggi dapat berdampak pada terbunuhnya sel-sel otak.
Stres dan penegangan saraf, serta rasa sakit yang ditimbulkannya. Penegangan yang disebabkan stres berdampak pada penyempitan pembuluh darah nadi, gangguan pada aliran darah di daerah tertentu di sekitar kepala, dan penurunan jumlah darah yang mengalir ke daerah tersebut.
Jika suatu jaringan mengalami kekurangan darah, hal tersebut akan berakibat pada rasa sakit. Sebab suatu jaringan mengalami penegangan, sangat membutuhkan banyak darah, sedangkan pasokan darah dalam jumlah yang kurang akan merangsang ujung-ujung saraf penerima rasa sakit. Disaat yang sama zat-zat seperti adrenalin dan norepinetrin, yang mempengaruhi sistem saraf selama stres berlangsung ternyata juga di keluarkan. Hal tersebut, secara langsung atau tidak langsung meningkatkan dan mempercepat penegangan otot.
Demikianlah rasa sakit akibat penegangan pada stres, penagangan pada kecemasan, dan kecemasan yang memperparah rasa sakit. Salah satu ddampak negatif dari serangan stres yang merusak jasmani manusia adalah serangan jantung. Penelitian menunjukkan, bahwa orang yang agresif, khawatir, cemas, tak sabaran, dengki, suka memusuhi, dan mudah tersinggung, memiliki peluang terkena serangan jantung lebih besar, dari pada orang-orang yang tidak memiliki kecenderungan sifat-sifat negatif tersebut.
Penyebabnya adalah, rangsangan berlebihan pada sistem syaraf Simpatetik, yaitu sistem saraf yang mengatur percepatan jantung, perluasan bronkia, penghambatan otot-otot halus sistem pencernaan makanan, dan sebagainya. Yang di mulai oleh hipotalamus, juga mengakibatkan pengeluarkan insulin yang berlebihan, sehingga menyebabkan penimbunan kadar insulin dalam darah. Hal ini amat sangat penting, sebab tak ada satupun keadaan yang berujung pada penyakit jantung koroner, yang memainkan peranan penting dan berbahaya pada penyakit tesebut, selain kelebihan insulin darah.
Para ilmuwan modern kedokteran telah mengakui, bahwa semakin parah tingkat stres seorang manusia, maka semakin lemah juga peran positif sel-sel darah merah di dalam darahnya. Menurut sebuah penelitian yang di kembangkan oleh Linda Naylor, pimpinan alih teknologi Univesitas Oxford, pengaruh negatif berbagai tingkatan stres pada sistem kekebalan tubuh manusia dapat di ukur. Pengkajian terhadap stres kajiwaan memiliki dampak penting pada sistem kekebalan tubuh dan berujung pada kerusakannya.
Saat dilanda stres, otak meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh, hormon yang tidak seimbang akan melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia. Atau dengan kata lain, terdapat hubungan langsung antara otak, sistem kekebalan tubuh dan hormon. Para ilmuwan di bidang ini menyatakan, pengkajian tentang stres kejiwaan dan raga menjelaskan, bahwa kemunculan dan kemampuan bertahan tubuh dari berbagai penyakit termasuk kanker terkait dengan “Stres”. Kesimpulannya stres merusak keseimbangan alamiah dalam diri manusia, mengalami keadaan yang tidak normal ini secara terus menerus akan merusak kesehatan tubuh, dan berdampak pada beragam gangguan fungsi tubuh manusia.
Ternyata “Kehampaan Spiritual” yang menjadi sumber krisis peradaban modern, mempunyai andil besar membentuk manusia modern yang rentan pada penyakit stres dan depresi. Stres adalah sumber rusaknya keseimbangan alamiah jasmani manuisa, yang berdampak munculnya banyak penyakit mematikan dalam diri manusia. Dan ikhlas adalah air suci yang mampu menyembuhkan segala penyakit yang di akibatkan “Kehampaan Spiritual”, yang menjadi sumber penyebab stres  yang menjangkiti kehidupan manusia-manusia modern.

1.1 Ikhlas Menyembuhkan Stres dan Kanker

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-R’ad : 28)

“(1.)Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? (2.) dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, (3.) yang memberatkan punggungmu?.”
(QS. Alam Nasyrah :1-3)

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.” (QS. An-Nahl : 53)

Stres adalah bagian dari kehidupan, apapun yang terjadi pada fisik dan di sekelilingnya, merupakan gelombang-gelombang kehidupan menuntut seorang manusia untuk menyesuaikan diri. Stres merupakan reaksi awal dari penyelesaian diri tersebut. Sedikit stres perlu, agar manusia menjadi waspada, bertambah kuat, dan mampu menyesuaikan diri.
Stres kenyataannya adalah akumulasi dari reaksi tubuh terhadap situasi, atau lingkungan sekitar yang tampak berbahaya atau menyulitkan. Stres membuat tubuh memproduksi hormon adrenalin yang berfungsi untuk mempertahankan diri. Jadi sebenarnya stres merupakan reaksi tubuh yang alami, hampir sama dengan reaksi spontan tubuh lain, seperti rekasi tubuh saat menghindar dari panas misalnya?. Atau saat saat kita berselimut ketika hawa dingin menerpa tubuh?.
Beberapa penyebab stres bisa bersumber dari masalah kehidupan. Baik yang sifatnya fisik biologik seperti panas, dingin, infeksi, rasa nyeri, pukulan, kehidupan metropolitan yang sumpek (cruded, polusi, dan kepadatan). Juga yang sifatnya psikologis seperti takut, khawatir, cemas, marah kekecewaan, kesepian, putus cinta, akibat dari ketidakharmonisan rumah tangga, beban study, beban pekerjaan, atau ketidakterimaan diri pada kenyataan hidup yang kadang tak sesuai dengan harapan. Atau yang sifatnya sosial budaya seperti menganggur, bercerai, koflik, permusuhan yang disebabakan perubahan hidup pernikahan, pindah sekolah, pindah kerja, atau ditinggalkan orang-orang yang di cintai.
Sedikit stres sesungguhnya sangat bermanfaat bbagi manusia apabila memacu sesorang untuk berfikir dan berusaha lebih tangguh menghadapi tantangan hidup. Tetapi kegagalan seorang dalam menyesuaikan diri terhadap stress, mengakibatkan ia tak mamapu menyelesaikan persoalan kehidupannya. Seperti tak berhasil mencapai harapannya, menderita, dan merasa tertekan.
Nah, stres tersebut sesungguhnya telah membahayakan bagi dirinya. Hasil penelitian menyebutkan, bahwa hampir semua penyakit yang di derita oleh manusia muaranya di sebabkan oleh stres. Karena kondisi jiwa yang tertekan dapat membuat sirkulasi darah dan metabolisme menjadi tidak sempurna sehingga membuat kita sakit. Ketika seseorang mendapat impuls rangsangan secara terus-menerus dan berulang kali yang melampau batas adaptasi, membuat seorang mengalami stres yang berat, yang biasa di sebut distress.
Stres juga bisa bermula dari kondisi psikis, jika kita menemukan orang yang sakit, pada dasarnya kondisi kejiwaannya juga sedang terganggu. Kondisi jiwa yang tertekan akan mempengaruhi pikiran dan perasaan. Jadi sebenarnya, penyakit yang di derita manusia telah cenderung ke arah psikis atau kejiwaannya yang sedang mengalami gangguan.
Ketika kita sedang stres, tubuh kita secara otomatis akan menghasilkan hormon adrenalin dan kortisol. Kedua hormon tersebut akan mengakibatkan jantung berdetak lebih cepat dari pada keadaan normal. Darah pun akan mengalir dengan cepat. Keadaan ini tertentu menguras tenaga karena kadar gula darah akan terkuras cepat. Otot pun menjadi tegang, terutama otot di sekitar mata dan kepala.
Stres tidak bisa di obati, bebrapa dokter kadang hanya memberi obat penenang sejenis chlordiazepoksida, diazepam, dan nipam. Jika penderita mulai mengalami gangguan mental, dan tidak bisa tidur. Jenis obat-obatan tersebut sekedar mengurangi intensitas detak jantung, mengendorkan otot tegang, dan mengurangi ketegangan saraf. Dan obat-obat tersebut sama sekali tidak menyembuhkan stres adalah mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah SWT.
Surat Ar-Ra’d ayat 28, telah gamblang menjelaskan bahwa dengan mengingat Allah saja lah, hati seorang manusia akan tenang dan tentram. Ketika seseorang mengingat Tuhannya (Allah), maka ia akan menyerahkan dirinya secara utuh sebagai makhluk (ciptaan) Kepada sang Khalik (Allah), atas segala ketetapan yang di putuskan kepadanya. Penyerahan diri tersebut akan menambahkan sikap ikhlas pada diri seorang manusia. Ikhlas akan membuat seorang menjadi tenang, rileks, ridha, bersyukur, bersabar, pasrah, tawakal, tawadhu. Husnu’dzon (prasangka baik), mampu mengendalikan diri, berfikir positif, fokus, bijaksana, bahagia dan damai.
Seorang yang ikhlas tidak akan mengalami penegangan pada otot-otot syarafnya yang akan berdampak pada penyempitan pambuluh darah nadinya, kadar adrenalin dan hormon kortisol yang meningkat di atas batas normal, kelebihan insulin dalam darah. Penegangan yang menyebabkan kecemasan, dan kecemasan yang menambah parah rasa sakit.
Bagi seorang yang ikhlas, segala tekanan fisikologis dan psikologis  baik yang bersifat internal maupun eksternal akan selalu ia hadapi dengan  tenang dan positif. Ia akan selalu menahan diri dari sikap mencari maslaah, ia akan memandang hidupnya secara realistis, terbuka, positif dan teratur sebagaimana yang sudah menjadi sunnatullah. Ujian dan tekanan hidup tidak akan pernah berhenti, karena itu kualitas pribadi seseorang yang ikhlas di perlukan  untuk menghadapi segala permaslahan kehidupan.
Keikhlasan merupakan faktor utama agar seseorang terhindar dari stres, sehingga kualitas hidupnya, baik secara fisiologis mauapun psikologis meningkat. Sebab mengingat Allah di sepanjang waktu dalam hidup, dan berserah diri pada kehendak Allah, adalah sikap dasar yang dapat mengobati segala permasalahan kehidupan yang menyebabkan stres.
Selain menyambuhkan stres, ikhlas juga ternyata punya kemampuan untuk menuambuhkan penyakit kanker“???”. Ikhlas selama ini di pandang sebagai persoalan misterius, tetapi melalui kemajuan teknologi kedokteran, dapat di buktikan secara ilmiah bahwa ikhlasnya seorang manusia secara kualitataif dapat di ukur malalui reskresi hormon korsitol, yang para meternya di ukur melalui kondisi tubuh.
Pada kondisi normal, jumlah hormon korsitol dalam diri manusia normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedangkan pada malam hari atau setelah pukul 24:00 WIB normalnya antara 69-345 nmol/liter. Kalau jumlah hormon korsitolnya tidak normal, isa di indikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan, begitupun sebaliknya.
Hasil penelitian Muhammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya. Keikhlasan dalam melaksanakan shalat tahajud secara rutin dan benar bisa memnghindarkan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker. Dalam disertasinya yang berjudul “Pengaruh Sholat Tahajud terhadap peningkatan perubahan response katahanan tubuh imonnologik: suatu pendekatan Psiko-nouroimunologi”.
Beliau mengungkapkan, “Sholat Tahajud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi. Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping mechanism yang efektif. Emosi yang positif dapat menghindarkan sesorang dari Stres”.
Orang stres itu rentan sekali terhadap penyakit infeksi dan kanker, stres yang berkepanjangan akan di tandai dengan tingginya sekresi korsitol. Maka hormon kortisol itu akan bertindak sebagai imunosupresif yang menekan proliferasi limfosit yang akan mengakibatkan imunoglobulin tidak terinduksi. Karena imunoglobulin tidak terinduksi maka sistem daya tahan tubuh akan menurun sehingga rentan terkena infeksi dan kanker.
Dengan keikhlasan dalan shalat tahajud yang di lakukan secara rutin dan tanpa paksa, seorang akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan berdasarkan hitungan teknik medis menunjukan, shalat tahajud yang dilakuakan dengan ikhlas membuat seseorang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.
Ikhlas bisa mendatangkan ketenangan dan ketentraman hidup. Sedangkan ketenangan itu sendiri terbukti mampu meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko terkena penyakit jantung, dan meningkatkan usia harapan hidup. Muhammad Soleh juga menyatakan “Keikhlasan anda dalam shalat tahajud dapat di monitor lewat irama srikandi, terutama pada sekresi hormon korsitolnya”
Gangguan adaptasi itu tercermin pada sekresi kortisol dalam serum darah yang seharusnya menurun pada malam hari. Apabila sekresi kortisol tetap tinggi, maka produksi respon imunologik akan turun sehingga berakibat mensulnya gangguan kesehatan pada tubuh seseorang. Sedangkan sekresi kortisol menurun, maka indikasinya adalah terjadinya produksi respon imunologik yang meningkat pada tubuh seseorang.
Kanker, seperti di ketahui adalah pertumbuhan sel yang tidak normal. Nah, keikhlasan adalam shalat tahajud yang dilakukan secara kontinyu dapat merangsang pertumbauhan sel secara normal sehinggga membebaskan seseorang yang senantiasa  ikhlas dari berbagai penyakit dan kanker (tumor ganas).
Muhammad Soleh juga melakukan penelitian terhadap 41 responden siswa SMU Luqman hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 sisiwa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajud selama satu bulan penuh. Setelah di uji lagi, tinggal 19 sisiwa yang bertahan sholat tahajud selama 2 bulan. Mereka sholat mulai pukul 02.00-03.00 WIB  sebanyak 111 rakaat, masing-masing 2 rakaat, empat kali salam, plus 3 rakaat Witir.
Selanjutnya “Hormon Kortisol” mereka diukur di 3 labolatorium di Surabaya. Hasilnya, di temukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang shalat tahajud dengan ikhlas secara kontiniyu, dengan orang yang tidak melakukan tahajud. Mereka yang ikhlas dan rajin bertahajud memiliki ketahanan tubuh, dan kemampuan individual untuk menanggulangi masalah-masalah kehidupan yang di hadapi dengan “Stabil”.
Respon emosional yang positif atau coping mecanism dari pengaruh “IKHLAS” ini berjalan mengalir dalam tubuh dan di terima oleh batang otak. Setelah di format dengan bahasa otak, kemudian di trasmisikan ke salah satu bagian otak besar yakni “Talamus”. Kemudian, talamus menghubungi hipokampus (Pusat memori yang vital untuk mengkoordinasikan segala hal yang di serap indera) untuk menkeresi GABA yang bertugas sebagi pengkontrol respon emosi, dan menghambat Acetylcholine, Serotonis, dan Neurotrasmiter lain yang memproduksi sekresi koertisol. Selain itu, Talamus juga mengontak prefrontal kiri-kanan dengan mensekresi dopanin dan menghambat sekresi seretonin dan norepinefrin. Setelah terjadi kontak timbal balik antara talamus-hipokampus-amigdala-prefrotal kiri-kanan, maka talamus mengontak ke hipotalamus untuk mengendalikan sekresi kortisol. Disinilah kondisi “IKHLAS” seorang manusia, menurut kajian ilmiah modern.

1.2 Ikhlas Menyeimbangkan Hormon

Hormon adalah sistem komunikasi kimiawi dalam diri manusia yang berlangsung di dalam tubuh. Bila saja seseorang melakukan aktifitas misalkan saja membaca, maka sel-sel mata manusia membutuhkan glukosa untuk memberi makan sesl-sel tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sebuah sistem di bentuk dalam tubuh anda yang akan menghitung berapa banyak gula di dalam darah anda, dan menjaga agar jumlah tersebut tetap mantap.
Ada perencanaan besar, yang di kelola lewat komunikasi jaringan antar sel, yang menghitung beberapa kali jantung anda harus berdetak per-menit, kadar kalsium yang di simpan dalam tubuh anda, jumlah darah yang di saring oleh ginjal anda dan ribuan hal rinci lainnya. Sistem komunikasi kimiawi ini yang membuat 100 triliun sel berkerja saling selaras yang di sebut “Sistem Hormon”.
Sistem hormon bersama sistem syaraf, menjamin penyelarasan sel di dalam tubuh. Jika kita menganalogikan sistem syaraf dengan pesan-pesan yang di kirim melelui internet, sistem hormon dapat di setarakan dengan sebuah surat yang di kirim melaui pos, lebih lambat, namun pengaruhnya bertahan lama. Abad ke-20, terjadi ribuan pertemuan tentang sel dan sistem di dalamnya. Kini telah di ketahui bahwa sel memiliki rancangan yang sangat rumit, komunikasi anatara hormon-hormon dan sel-sel saja cukup untuk melanjutkan betapa luar biasanya sistem yang ada dalam sel. Sistem hormon telah mengendalaikan tubuh manusia demi kepentingan manusia, dan merupakan perwujudan keajaiban Pencipta, dan menyeksikan betapa hebat karya cipta Allah SWT.

“…Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali-Imran :191)

Tiap-tiap dari 100 triliun sel dalam diri manusia, di kendalikan dan di arahkan oleh molekul-molekul kecil. Dan molekul-mulekul kecil yang di sebut hormon ini menjalankan kendalinya terhadap sel. Sel-sel yang ada pada tubuh kita, tanpa kita sadari ternyata memiliki tingkah laku yang sangat rumit dan cerdas.
Sejumlah sel mengukur jumlah cairan di dalam tubuh manusia. Sel-sel lain mengukur jumlah gula di dalam darah anda berulang kali, dan ribuan sel anda bekerja mandiri untuk menyeimbangkan jumlah itu. Sejumlah sel memastikan bahwa tulang-tulang anda mencampurkan kalsium ke dalam darah anda dengan jumlah yang tepat. Pada beberapa kejadian, proses kebalikannya terjadi, dan kelebihan kalsium di dalam darah anda. Di kembalikan ke tulang. Begitu pula sel-sel dalam kulit manusia.
Sel-sel kulit di betuk untuk menggantikan yang mati. Untuk itu, sejumlah sel di perintahkan agar membelah dan berkembang biak. Untuk mengatur suhu tubuh, triliunan sel berfungsi sebagai pemanas renik. Kecepatan berfungsi setiap sel di awasi, dan dikendalikan satu demi satu. Juga sel-sel yang menentukan jumlah natrium di dalam darah manusia, dan jumlah yang di butuhkan di pasok lewat suatu mekanisme khusus. Ada lagi sel-sel yang mengukur tekanan darah manusia, untuk mencegah naik atau turunnya tekanan darah ke tingkat yang membahayakan dan bekerja siang dan malam untuk membuat penyesuaiaan yang tepat.  Kemudian sel-sel otot disekitar pembuluh darah terkadang mengerut untuk di kecilkan, terkadang mengendur untuk melebarkannya. Lalu sejumlah sel di dalam ginjal manusia yang menyerap cairan atau molekul natrium dari air seni dan mencampurnya dengan darah manusia.
Dan ribuan tugas seperti di atas di jalankan oleh hormon-hormon dalam diri manusia. Kesimpulan penjelasan di atas, sesungguhnya manusia bertahan hidup, setiap titik didalam tubuhnya dikendalikan satu demi satu, segala kebutuhan dipenuhi, kekurangan di hilangkan, dan ketertiban ditegakkan. Saat manusia beraktifitas apapun di dunia ini, molekul-molekul dalam diri manusia, memastikan berjalan semua fungsi menakjubkan di dalam tubuh manusia.
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman : 13)

Sistem hormon yang beroperasi di dalam tubuh manusia tanpa di sadari oleh manusia itu sendiri adalah sebuah petunujuk tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Menyadarkan manusia, betapa besar nikmat dan keajaiban yang terjadi dalam tubuh manusia. Mengetahui cara semuanya terjadi, dan cara sistem yang terbentuk akan mendekatkan diri kita kepada Allah. Disinilah fungsi ikhlas, agar manusia tidak menjadi hamba-hamba yang mengingkari nikamat Allah (Kufur Nikmat). Sesuai firman Allah, bagi hamba-hamba yang mengingkari nikmat Allah, maka adzab Allah sesungguhnya sangat lah pedih.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
Kajian ilmiah kedokteran modern membuktikan, bahwa banyak penyakit yang muncul dari stres dan depresi. Sebab saat manusia di landa stress, otak manusia meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh manusia dapat melemahkan sisitem kekebalan tubuh. Dan hal tersebut menyebabkan munculnya penyakit mematikan.
Ikhlas akan menyeimbangkan kadar hormon kortisol dalam tubuh manusia. Semakin manusia Ikhlas, mak akan semakin merangsang sel-sel tubuh tumbuh secara normal. Keikhlasan sendiri bisa di monitor lewat irama sirkandian, terutama sekresi hormon kortisol-nya. Respon emosional yang positif (Ikhlas), akan berjalan mengalir dalam tubuh dan di terima oleh batang otak.
Setelah di format dengan bahasa otak, kemudian di trasmisikan ke salah satu bagian otak besar yakni “Talamus”. Kemudian, talamus menghubungi hipokampus (Pusat memori yang vital untuk meng-koordinasi-kan segala hal yang di serap indera) untuk menkeresi GABA yang bertugas sebagi pengkontrol respon emosi, dan menghambat Acetylcholine, Serotonis, dan Neurotrasmiter lain yang memproduksi sekresi koertisol. Selain itu, Talamus juga mengontak prefrontal kiri-kanan dengan mensekresi dopanin dan menghambat sekresi seretonin dan norepinefrin. Setelah terjadi kontak timbal balik antara talamus-hipokampus-amigdala-prefrotal kiri-kanan, maka talamus mengontak ke hipotalamus untuk mengendalikan sekresi kortisol. Kadar hormon kortisol yang normal, akan menyeimbangkan sistem hormon, dan akan menjaga homeostasis di dalam tubuh manusia. Terjaganya homeotasis dalam tubuh, akan memperkuat sistem imun yang dapat membuat tubuh manusia kebal dari segala penyakit.
Hanya dengan keikhlasan stres yang menghinggap manusia dapat di sembuhkan, karena ikhlas menyehatkan bagi tubuh manusia. Orang yang ikhlas tubuhnya akan senantiasa rileks, tenang, fokus, dan mampu mengendalikan diri. Sikap positif ikhlas akan terbawa di dalam ucapan, tindakan, dan perbuatan seseorang yang ikhlas. Sehingga jiwanya akan senantiasa ridha, bersyukur, sabar, tawakal, pasrah, tawadhu, hus’nudzon, bijaksana, bahagia dan damai.
Sikap positif ikhlas itulah, yang akan menormalkan kadar hormon kortisol dalam tubuh manusia. Dan keseimbangan hormon adalam tubuh pun akan terjaga. Orang-orang yang ikhlas jiwa dan raganya akan senantiasa sehat. Apa pun aktifitas dalam hidupnya, energi positif akan senantiasa memancar dari dalam dirinya. Dia tidak hanya kan menyehatkan dirinya, tetapi juga akan menyehatkan jiwa orang-orang yang bersama dirinya keikhlasan akan membuat hati seorang manusia semakin tenang, lembut, jernih, dan berenergi positif tinggi. Memiliki kecerdasan spiritual yang mampu menempatkan prilaku dan hidupnya, dalam konteks makna yang lebih tinggi, luas, dan kaya nilai-nilai spiritual yang bersumber pada Ilahiah. Kecerdasan untuk menilai bahwa sesuatu tindakan atau jalan hidup, akan lebih bermakna di Dunia maupun Akhirat, dibandingkan tindakan di jalan yang rusak dan juga menjerumuskan.

1.3 Ikhlas Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Sebelum penulis jelaskan manfaat ikhlas pada peningkatan sistem kekebalan tubuh, terlebih dahulu penulis akan menjelaskan apa itu sistem kekebalan tubuh? Dan keajaiban apa yang di miliki sistem pertahanan tubuh dan elemen penyusunnya?. Penjelasan ilmuwan besar abad ini Harun Yahya tentang rahasia kekebalan tubuh, sangat menarik.
Sistem kekebalan tubuh manusia di analogikan sebagai “Prajurit yang sangat disiplin, teratur, dan pekerja keras melindungi tubuh manusia dari cengkraman musuh eksternal (bakteri dan virus) dalam medan perang, tugas utama dari elamen yang berperang di garis depan adalah untuk mencegah sel musuh, seperti bakteri atau virus memasuki tubuh.”
Meskipun tidak mudah bagi organisme musuh memasuki tubuh manusia, mereka akan menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan akhirnya, yaitu menjajah tubuh. Kalau mereka berhasil melakukannya, setelah melewati berbagai penghalang seperti kulit, saluran pernafasan, dan pencernaan. Mereka akan mendapati prejurit-prajurit tangguh yang tengah menanti. Prajurit tangguh ini di hasilkan dan di latih di pusat pendidikan khusus seperti sumsusm tulang, limpa, timus, dan kelenjar getah bening. Para prajurit ini adalah “Sel-Sel Pertahanan” yang di sebut Makrofag dan Limposit.
Pertama-tama, berbagai jenis fagosit yang di sebut “Sel Pemakan” akan langsung bereaksi. Kemudian Makrofag, jenis spesifik lain dari fagosit, mendapat gilirannya. Makrofag ini menghancurkan semua musuh (Bakteri dan Virus) dengan jalan menelannya. Makrofag juga menjalankan tugas lain seperti mengajak sel-sel pertahanan lainnya ke arena pertempuran, dan menaikkan suhu tubuh. Meningkatnya suhu tubuh atau demam di awal sakit sangat penting, karena orang yang mengalaminya akan merasa kelelahan dan perlu istirahat, hal ini menghemat energi yang di perlukan untuk memerangi musuh.
Apabila unsur-unsur sistem kekebalan ini terbukti tidak memadai untuk musuh yang memasuki tubuh, maka limfosit sang jagoan sistem ikut bermain. Ada dua jenis limfosit, Sel B dan Sel T. Keduanya ini kemudian juga terbagi ke dalam dua kelompok. Setelah Makrofag yang datang berikutnya adalah Sel T “penolong”. Ia mungkin di anggap agen administratif sistem.
Setelah sel T “penolong” mengenali musuh, mereka memperingatkan sel-sel lain supaya mengangkat kapak perang untuk melawannya. Begitu di beri tahu, sel T “pembunuh” memainkan peranannya menghancurkan musuh yang menyerbu. Sel B merupakan pabrik senjata dalam tubuh manusia. Mengikuti rangsangan dari Sel T “penolong”, sel B segera mulai produksi semacam senjata yang di sebut “anti bodi” kalau tanda peringatan sudah berakhir, Sel T penekanan menghentikan kegiatan semua sel pertahanan, dan karena itu mencegah pertempuran langsung lebih lama dari pada yang di perlukan.
Akan tetapi, misi pasukan pertahanan ini belum berakhir. Sel-sel prajurit, yang di sebut sel pengingat, menyimpan informasi yang di perlukan tentang musuh itu dalam memori mereka selama bertahun-tahun. Hal ini memungkinkan sistem kekebalan tubuh, untuk segera menyusun pertahanan melawan musuh yang sama jika suatu saat nanti datang lagi.
Bicara sistem kekebalan, tidak akan terlepas dari pasukan pertahanan, bernama Antibodi. Antibodi merupakan senjata yang tersusun dari protein dan di bentuk untuk melawan sel-sel asing yang masuk ke dalam tubuh manusia. Senjata ini di produksi oleh sel-sel B, sekelompok prajurit pejuang dalam sistem kekebalan. Antibodi akan menghancurkan musuh-musuh penyerbu. Antibodi mempunyai dua fungsi, pertama untuk mengikat diri kepada sel-sel musuh, yaitu antigen. Fungsi kedua yaitu membusukkan struktur biologi antigen tersebut lalu menghancurkannya.
Dalam aliran darah dan cairan non-seluler, antibodi mengikat diri kepada bakteri dan virus penyebab penyakit. Mereka menandai molekul-molekul asing tempat mereka mengikat diri dengan demikian sel prajurit tubuh dapat membedakan sekaligus melumpuhkannya, layaknya tank yang hancur dan tak dapat bergerak atau melepaskan tembakan setelah di hantam rudal saat pertempuran. Antibodi bersesuaian dengan tubuhnya (antigen) secara sempurna, seperti anak kunci dengan lubangnya yang di pasang dalam struktur tiga dimensi.
Tubuh manusia mampu memproduksi masing-masing anti bodi yang cocok untuk hampir setiap musuh yang di hadapinya. Antibodi bukan berjenis tunggal. Sesuai dengan struktur setiap musuh, maka tubuh menciptakan antibodi khusus yang cukup kuat untuk menghadapi si musuh. Hal ini karena anti bodi, yang di hasilkan untuk suatu penyakit belum tentu cocok bagi penyakit lain.
Membuat anti bodi spesifik untuk masing-masing musuh merupakan proses yang luar biasa, dan pantas di cermati. Proses ini dapat terwujud hanya jika sel-sel B mengenal struktur musuhnya dengan baik. Dan, di Alam ini terdapat jutaan musuh (antigen). Hal ini seperti membuat masing-masing kunci untuk jutaan lubang kunci. Perlu di ingat, dalam hal ini si pembuat kunci harus mengerjakannya. Tanpa mengukur kunci atau menggunakan cetakan apapun. Dia mengetahui polanya berdasarkan perasaan.
Setiap satu sel B yang sedemikian kecil untuk di lihat oleh mata, menyimpan jutaan bit informasi dalam memorinya, dan dengan sadar menggunakannya dalam kombinasi yang tepat. Tersimpannya jutaan formula dalam suatu sel yang sangat kecil, merupakan keajaiban yang diberikan kepada manusia. Yang tak kurang menakjubkan lagi adalah bahwa kenyataannya sel-sel menggunakan informasi ini untuk melindung kesehatan manusia.
Antibodi sendiri bagian dari protein, dan protein tersusun dari asam amino. Dua puluh jenis  asam amino berbeda  di susun  dalam urutan yang berbeda untuk membntuk protein-protein yang berlainan, seperti membuat berbagi kalung dengan dua puluh  warna yang berbeda. Perbedaan  utama antara protein-protein tersebut adalah urutan asam aminonnya. Perlu di ingat, setiap kesalahan dalam urutan asam amino menjadikan protein tidak berguna, bahkan berbahaya. Karena itu, tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun dalam urutannya.
Jadi bagaimana penghasil protein dalam sel, dapat mengetahui bagaimana urutan asam amino yang menyusun mereka, dan protein apa yang akan di haislkan?. Intruksi untuk setiap protein dengan ribuan tipe yang berbeda di lakukan oleh gen yang di temukan di bank data genetik pada anti sel. Dengan demikian, gen-gen ini di butuhkan untuk memproduksi anti bodi.
Ada suatu keajaiban penting di sini, di dalam tubuh manusia hanya ada seratus ribu gen, padahal antibodi yang dihasilkan 1.920.000 (satu juta sembilan ratus dua puluh ribu). Lalu, bagaimana mungkin sekelompok kecil gen, mampu memproduksi anti bodi sebanyak sepuluh kali lipat dari jumlahnya?. Disinilah keajaiban antibodi tersingkap, sel menggabungkan seratus ribu gen yang di kandungnya itu dengan kombinasi berbeda untuk membentuk suatu antibodi baru. Sel tersebut menerima informasi dari beberapa gen dan menggabungkan dengan informasi gen lain dan membuat produksi yang di inginkan berdasarkan kombinasi. Proses ini memperlihatkan suatu kearifan dan perncanaan yang terlalu hebat untuk di pahami otak manusia, apalagi untuk merancangnya.
Semua sel sistem imun, atau sistem kekebalan tubuh pada awalnya adalah sel normal, yang melalui tahapan pelatihan yang berbada dan di akhiri dengan suatu ”ujian kecakapan”. Hanya sel yang mampu mengenali sel musuh dan tidak mengalami konflik dengan sel tubuh normal yang di izinkan hidup. Bagaimana dan kapan sel pertama di kembangkan, dan siapa yang melakukan “Ujian Kecakapan” pertama?.
Jelas kita tidak bisa berharap sel dan organ terkait berunding dengan bebas satu sama lainnya, bekerja dengan kesepakatan penuh, membuat rencana, dan melaksanakan rencana itu dengan efisien. Jangan lupa yang kita bicarakan adalah berbagai oragan tubuh dan satu triliun sel. Tak terbayangkan jika satu triliun sel. Tak terbayangkan jika satu triliun orang dapat di atur dengan begitu sempurna dan dapat memenuhi tugas mereka tanpa ada sesuatu yang lewat, terlupakan, membingungkan, atau menyebabkan kekacauaan dalam melaksanakan pertahanan seperti ini, yang merupakan tugas super sulit. Hanya Dialah (Allah) yang sanggup mengatur itu semua, Tuhan yang Maha Menguasai segala sesuatu.

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali-Imran :191)

Ikhlas akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang, karena dengan ikhlas produksi hormon kortisol dalam tubuh akan berjalan normal. Produksi hormon yang normal akan menjaga homeostasis tubuh manusia, homeostasis yang terjaga akan meningkatkan sisitem imunitas yanga kan memperkuat kekebalan tubuh manusia dari serangan bakteri dan virus. Sedangkan ketidakikhlasan seseorang, akan menyebabkan seseorang mudah stres. Saat seseorang terkena stres, itu akan meningkatkan kadar adrenalin dan hormon dalam tubuh di ats batas normal. Produksi hormon di atas batas normal akan membuat  homeostasis yang terjaga akan meningkatkan sistem imunitas tubuh, juga penurunan daya kekebalan tubuh, yang dampaknya pada beragam gangguan fungsi tubuh. Dan itu akan mengakibatkan berbagai penyakit mematikan seperti kanker, serangan jantung, dan stroke.
Keikhlasan seorang hamba akan membuat sistem pertahanan dalam tubuhnya bekerja dengan baik. Sistem kekebalan tubuh yang baik, akan menambah kualitas kesehatan dalam tubuh manusia. Emosional dan spirituallitasnya pun akan terjaga dengan baik, lebih tegar dalam mengendalikan diri saat menghadapi tekanan, juga mampu memotivasi diri dan bertahan menghadapi frustasi. Sehingga segala kesulitan dan konflik dapat di selesaikan, serta di temukan solusinya.
Ikhlas akan memperbaiki respon emosional positif dan mengefektifkan coping. Keikhlasan akan membuat seseorang selalu bersikap positif, optimistic, penuh percaya diri, dan menyehatkan tanpa harus merasa sombong dan takabut pada Sang Pemberi Kebahagiaan dan kesehatan pada dirinya. Seseorang yang Ikhlas akan selalu menyerahkan segla ketetapan akhir dalam usahanya, pada kehendak Allah SWT. Sehingga dirinya selalu bisa mengikhlaskan harapannya, walupn harapannya itu tidak tercapai pada akhirnya.
Seseorang yang ikhlas akan selalu dapat menghindarkan dirinya, dari penegangan otot-otot syaraf akibat kekecewaan, kegagalan, tekanan, dan kesulitan yang menghampiri hidupnya. Hidupnya akan selalu di warnai dengan kesabaran di saat ujian dan musibah datang menghampiri. Ia juga akan senantiasa bersyukur apabila kebahagiaan dan rezeki ia peroleh, tanpa harus takabur, sombong, dan berfoya-foya. Sehingga hidupnya selalu stabil, seimbang, sehat, positif, penuh cinta, bijaksana, bahagia dan damai.

B. Mensehatkan Ruhani Manusia

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.”
(QS. AL-Anfal : 2)

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. AR-R’ad : 28)

Ikhlas dapat menyehatkan ruhani manusia, karena ikhlas merupakan suatu bentuk perasaan positif yang sangat tinggi, suatu betuk perasaan yang sullit di gambarkan, karena menandakan kepercayaan yang sangat tinggi bahwa segala sesuatu yang di jalani manusia mulai ucapan, tindakan, dan perbuatan dalam hidupnya pasti memmiliki nilai positif. Ikhlas adalah sebuah energi perasaan hati yang sangat kuat, yang mampu merubah semua perasaan negative, menjadi perasaan positif di segala situasi dan keadaan hidup manusia.
Seseorang yang ikhlas baru akan tentram hatinya, setelah ia mengingat Allah SWT di dalam hatinya. Hati adalah kekuatan yang Maha Dahsyat, yang akan di anugerahkan Allah pada diri manusia. Transformasi pengembangan diri manusia saat ini, akan menuntut pemberdayaaan potensi ruhiah manusia yang lebih besar lagi, banyak temuan baru di bidang genetika prilaku dan neurobilologi. Seperti yang di ungkapkan Dean Hamer dalam buku “Gen Tuhan” menjelaskan bahwa setiap manusia sudah di warisi dalam dirinya, kecenderungan yang membuat otaknya haus sekaligus siap menerima tuntunan “kekuatan yang lebih tinggi” yaitu kekuatan Tuhan yang maha kuasa (Allah).
Karena itu sudah saatnya lah kita fokus pada pengembangan diri yang berbasis pada ruhani manusia. Sebuah proses pengambangan diri yang memfokuskan kepasrahan total manusia pada kekuatan dan motivasi ketuhanan. Kita sudah sering mendengar proses transformasi diri yang malah melambungkan ego dan kesombongan manusia. Mungkin telah berhasil menciptakan kemudahan dan kenyamanan hidup, tetapi sedikit berhasil dalam memberi sumbangsih untuk kebahagiaan hidup.
Kita sering menyaksikan kesuksesan duniawi seseorang, malah semakin menjauhinya dari rasa kebahagiaan yang dia cari. Seperti menggali sumur tanpa dasar untuk menyegarkan dahaga yang tak terpuaskan. Sebab sejengkal kesuksesan yang berhasil di raih manusia, harus di bayar oleh jurang penderitaan yang menganga di antara pengorbanan hasil yang di peroleh.
Manusia perlu proses pengembangan diri yang bisa merubah manusia sampai ke tingkat sel DNA-nya. Suatu proses yang mampu menggabungkan kekuatan IQ (Inteleqtual Quotien), EQ (Emotional Quotien), dan SQ (Spiritual Quotien) yang cerdas, Ilmiah dan Efektif. Perasaan positif (positive Feeling) dan terkabulnya doa (Goal Praying) justru secara komprehensip dan integratif mengandalkan kekuatan diri dan Tuhan akan menghasilkan power (ikhlas), untuk menciptakan kebahagiaan hidup saat ini juga.
Manusia sering mengalami stres di karenakan masalah-masalah yang di hadapinya, juga kecewa karena hasil dari yang ia kerjakan tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan. Terkadang seseorang merasa berhak untuk menentukan masalah yang datang, juga keberhasilan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan pribadi dia. akibatnya ketika masalah datang, juga hasil pekerjaan tidak sesuai dari apa yang ia harapkan, dirinya menjadi stres, marah, kecewa, hingga putus asa.
Manusia terkadang sering lupa bahwa sebenarnya masalah yang datang menguji dirinya, juga keberhasilan pekerjaan dari sesuatu yang kita usahakan adalah mutlak kewenangan Allah SWT. Manusia hanya di perintahkan untuk “Berikhtiar” Sekuat tenaga dengan langkah-langkah terbaiknya, tetapi setelah itu ia di perintahkan juga “Berserah Diri” dalam Ibadah, pengharapan, dan do’a-doanya untuk menerima segala hasil, juga keputusan yang telah di tetapkan Allah SWT kepadanya.

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.” (QS. AN-Nisaa : 125)

Seperti yang tadi di jelaskan ikhlas adalah sebuah kepercayaan yang tinggi bahwa apa yang ada di hadapi manusia dalam hidupnya (baik masalah maupun hasil akhir usaha), memiliki nilai-nilai positif yang pasti akan membawa kebaikan. Karena dengan ikhlas, manusia dapat melihat sesuatu yang baik di balik semua yang ia hadapi, walaupun sesuatu yang ia hadapi itu buruk dan mengecewakan menurut dirinya. Kalau seperti itu, dengan ikhlas atomatis semua pikiran dan perasaan negative akan berubah menjadi pikiran dan perasaan yang positif.
Dengan ikhlas seseorang akan  hidup dengan hati dan pikiran positif. Energi positif dalam diri seorang ikhlas akan memancar ke Alam Semesta, dan getarannya akan memantul ke setiap jiwa-jiwa yang bersentuhan dengannya, mendamaikan jiwa di antara manusia, menyejukkan lingkungan di sekitarnya, membahagiakan setiap insan yang memandang, dan menebarkan cinta di hati jiwa-jiwa yang cemas, gelisah, takut, khawatir, marah, kecewa, dan kesepian. Karena ikhlas akan menetramkan hati manusia-manusia yang berada dalam “Kehampaan Spiritual”.
Karena itu, mulai lah saat ini jadilah manusia-manusia yang ikhlas. Sebab keikhlasan akan menyehatkan ruhani manusia, dengan keikhlasan sukses dan kebahagiaan hidup tidak akan menjadi angan-angan. Mengikhlaskan ruhani ternyata memiliki kekuatan yang amaat sangat luar biasa. Ilmu pengetahuan modern berhasil menemukan kekuatan ruhani manusia, para ahli saraf (neurolog) menemukan bahwa jantung manusia memiliki 40.000 sel saraf, hal tersebut membuktikan bahwa hati manusia ibarat otak yang berada dalam tubuh. Selain itu, para ilmuwan membuktikan bahwa hati manusia ibarat otak yang berada dalam tubuh. Selain itu, para ilmuwan juga menemukan bahwa kualitas elektromagnetik jantung, 5000 kali lebih kuat dari pada otak.
Dengan kata lain, apabila sesorang mengeluarkan enargi ikhlas dengan kekuatan pikirannya sebesar 1 watt (positif thingking), maka kemampuan energi ikhlas dengan kekuatan ruhani bisa di maksimalkan hingga 5000 watt. Coba bayangkan, seberapa besar kekuatan ruhani, untuk menyembuhkan penyakit dalam diri manusia, baik yang bersifat fisik maupun psikis.
Hasil penelitian lain menyebutkan bahwa kekuatan sadar manusia itu hanya 12% dari total kekuatan, sebab 88% kekuatan manusia di kelola oleh kekuatan alam bawah sadar. Dan alam bawah sadar sesungguhnya memiliki hubungan yang erat dengan ruhani manusia, di sinilah pentingnya mengikhlaskan ruhani. Untuk memaksimalkan kualitas kehidupan, agar seseorang segera mencapai kesuksesan, kebahagiaan, dan ketentraman hidup.
Kekuatan ikhlas merupakan kekuatan besar bagi manusia dalam memenuhi harapannya. Hal tersebut di sebabkan karena perasaan merupakan wilayah “tak tampak” sebagaimana teori kuantum yang memiliki mekanisme kerja sendiri (mekanisme kerja Tuhan). Erbe Sentanu seorang pakar positive feeling mengemukakan, bahwa perasaan merupakan bagian paling mendasar pada diri manusia. Perasaan mempunyai gelombang yang pengaruhnya lebih besar di bandingkan pikiran. Orang yang berusaha berfikir positif, tetapi perasaannya belum positif maka keinginannya akan sulit tercapai. Berbeda ketika perasaannya belum positif, maka pikirannya akan ikut menjadi positif secara otomatis. Erbe pula menjelaskan bahwa perasaan yang positif (positive feeling), merupakan zona ikhlas yang jika senantiasa di jaga akan menarik hal-hal positif dari Alam Semesta.
Sabda Rosulullah SAW, diriwayatkan Imam Ja’far dalam kitab Al-Bihar:
“Apabila seorang hamba berkata, “Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah”. Maka Allah SWT akan menjawab,”Hai para malaikat-ku, hamba-ku telah ikhlas berpasrah diri, amak bantulah dia, tolonglah dia, dan sampaikan (penuhi) hajat keinginannya.”
Syaikh Abdul Qodir Al-Jaelani, Ulama Sufi yang juga Guru Mursyid Tarekat Qodiriyah. Menyebutkan bahwa “Seorang Mukmin Itu Ibarat Cermin”, cermin yang memantulkan nur (cahaya) dari Allah SWT. Kalau kita mempelajari Ilmu Bahan, sebenarnya peristiwa pemantulan bukanlah peristiwa pembelokan gelombang, akan tetapi energi gelombang datang di serap atom-atom yang dekat kepermukaan sehingga tambah bervibrasi, kemudian di pakai untuk memancarkan gelombang balik (Law Of Attraction).
Jadi apabila seorang hamba Allah yang ikhlas mendapat siraman nur dari Allah SWT, karena permukaan cermin ruhani bersih. Maka cahaya Ilahi tersebut masuk secara maksimal kemudian menggetarkan qolbunya sehingga hidup, lalu getaran tersebut akan memancarkan kembali kepada khalayak. Nah apabila cermin ruhani buram oleh debu-debu kealfaan, cahaya Ialhi tersebut masih dapat memantul dan masuk. Sehingga qolbu manusia yang telah keras, kotor dan busuk oleh penyakit hati maupun psikis dapat merasakan sentuhan Ilahi, denyut kembali pada pancaran ruhani, seolah-olah menerima sesuatu yang mencerahkan dan menyadarkan hakikat dirinya.
Sensasi ini, bisa kita rasakan apabila kita bertemu seseorang mukmin yang ikhlas, hamba Allah yang hatinya benar-benar murni sehingga pancaran ruhaninya kuat. Pernah ada kisah pada sebuah makjlis pengajian, saat majelis tersebut sedanbg seru membahas persoalan-persoalan agama, tiba-tiba ada orang yang masuk masjid tersebut untuk shalat. Sang Ustadz mendadak berhenti, padahal orang yang baru shalat itu tidak dikenal dan penampilannya biasa-biasa saja. Tapi sang Ustadz terpana sekali ketika orang tiu sholat, kemudian setelah orang tersebut keluar, sang ustadz penasaran ingin mengetahui siapa orang itu. Setelah di cari tau, ternyata orang tersebut adalah Ketua DKM sebuah masjid yang prilakunya rendah hati, dan suka menolong orang lain. Kisah tersebut menyimpulkan bahwa resonansi gelombang ruhani mukmin yang ikhlas, dapat memukau Sang Ustadz yang barang kali tidak kalah kuat pancaran gelombang ruhaninya.
Dalam Al-Quran surat Yunus ayat 57, Allah SWT berfirman:

“Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhan mu dan jadi penyembuh bagi penyekit-penyakit (yang berada) dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang beriman.” (QS. Yunus : 57)

Rusullullah SAW bersabda, “Sesungguhnya untuk segala perkara itu ada obatnya pencucinya, sedangkan pencuci hati tiu adalah dzikir (mengingat) kepada Allah.”
Dalam hadist lain Rosullullah SAW juga bersabda:

“Ingat kepada Allah itu menjadi obat yang mustajad, guna menyembuhkan segala penyakit hati.” (HR. Bukhari Musllim)

Sesungguhnya kondisi marah, sedih, takut, panik, cemas, kecewa, khawatir, putus asa, merupakan kondisi ruhani negative yang menjadi faktor penyebab stress dan depresi, yang merupakan sumber awal penyakit- penyakit yang berbahaya bagi fisik maupun psikis.
Untuk mempositifkan ruhani yang negatif, seorang manusia harus melakukan sebuah aktivitas ruhani “Mengingat Allah”, agar kondisi spiritual ruhaninya kembali dalam keadaan positif, yang di sebut ikhlas. Keikhlasan akan membuat spiritual ruhani seseorang menjadi positif, dan membawa ia pada perasaan damai, pasrah, tenang, tentaram, berani, fokus, bijaksana, ridha, tawakal, hus’nudzon, sabar, syukur, jujur, qonaah dan bahagia.
Keikhlasan akan senantiasa membawa seorang hamba selalu mengingati Allah SWT, dan ingat kepada Allah adalah obat mustajab yang mampu menyembuhkan segala penyakit hati. Itu artinya ikhlas dapat menyehatkan spiritual ruhani manusia, karena hanya dengan mengingat Allah lah hati manusia menjadi ikhlas.
Jika seorang manusia berada dalam kondisi ruhani marah (negative), maka hendaklah ia mangingat Allah dengan mengucapkan “Astagfirullah” (Ya Allah ampuni aku) maka kondisi ruhaninya akan berubah damai (positif), dengan kondisi spiritual “memaafkan”. Begitu pun apabila seseorang berada dalam kondisi ruhani sedih (negative), maka hendaklah ia mengingat Allah dengan mengucapkan “Inalilahi wainnailaihi rojiun” (Segalanya berasal dari Allah, dan segalanya pun akan kembali pada Allah), maka kondisi ruhaninya akan brubah pasrah/berserah diri (positif), dengan kondisi spiritual “Sabar”.
Begitu pun apabila seseorang berada dalam kondisi ruhani “Takut” (negative), maka hendaklah ia mengingat Allah dengan mengucapkan “Allah hu Akbar” (Allah Maha Besar) maka kondisi ruhaninya akan berubah “Berani”, dengan kondisi spiritual “Tawakal”. Juga apabila seseorang berada dalam kondisi ruhani “Panik/Khawatir” (negative), maka hendaklah ia mengingat Allah dengan mengucapkan “La Haula Walaa Quwwata Illa Billah.” (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah) maka kondisi ruhaninya akan berubah “Stabil/Normal”, dengan kondisi spiritual “Tawadhu”. Lalu apabila seseorang berada dalam kondisi ruhani “Cemas” (negative), maka hendak lah ia mengingat Allah. Dengan mengucapkan “La Ilaaha Illallah” (Tiada Tuhan yang Layak di Sembah Kecuali Allah) maka kondisi ruhaninya akan berubah “Tenang/tentaram”, dengan kondisi spiritual “Qona’ah”.
Selain kondisi negative karena hal-hal yang menyakitkan, kesenangan yang berlebihan juga akan menggiring pada kondisi ruhani yang negartive, karena kondisi itu akan mengarah pada  sikap “sombong” dan “lupa diri”. Tetapi kondisi ruhani tersebut dapat di atasi dengan mengucapkan “Alhamdulilah dan Subhanallah” (Segala Puji bagi Allah dan Maha suci Allah), maka kondisi ruhaninya akan berubah “terkendali”, dengan kondisi spiritual “Syukur”. Untuk lebih jelasnya akan di gambarkan, melalui kolom aplikasi penngendalian  ruhani keikhlasan:
Aplikasi Pengendalian Ruhani Keikhlasan

Kondisi Emosi =NEGATIF  =  Gel. Otak   = Aktivitas  =  Hasil Emosi POSITIF =   Gel. Otak   = Kondisi Spiritual
Marah =   Beta   = Astaghfirullah  =  Damai  =  Alfa   = Ma’af
Sedih  =  Beta    = Innalillahi Wainnailahi Roji’un  =  Pasrah  =  Alfa  =  Sabar
Takut  =  Beta  =  Allahu Akbar  =  Berani =   Alfa   = Tawakal
Panik  =  Beta  =  Laa Haula Walaa Quwwata illa Billah  =  Normal  =  Alfa =   Tawadhu’
Cemas  =  Beta =   Laa Ilaaha Illalloh  =  Tenang  =  Alfa  =  Qona’ah
Kagum/Senang   = Beta  =  Subhanalloh Alhamdulillah  =  Terkendali  = Alfa  =  Syukur

“…Allah Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (QS. Ar-Ra’d :11)

Dalam memahami aplikasi keikhlasan, ada hukum daya tarik menarik (law of attraction) yang penting di pahami. Hukum Ketertarikan adalah hukum yang menjelaskan bahwa “Sesuatu akan menarik pada dirinya, segala hal yang satu sifat dengannya.” Pengertian sederhananya, diri kita itu merupakan suatu getaran yang terhubung di Alam Semesta ini, apabila seseorang memberikan sebuah getaran ke Alam Semesta (baik positif maupun negative), maka Alam Semesta akan memberikan getaran balik, dan mewujudkan kepada dirinya sesuai dengan getaran yang di berikan (baik positif maupun negative). Jadi keikhlasan bukanlah takdir, tetapi sebuah pilihan menurut teori ini.
Jika saeorang manusia dalam perasaan dan pikirannya memancarkan gelombang ketakutan, maka hal-hal yang menakutkan lah yang akan tertarik olehnya. Begitu pula jika yang di pancarkan adalah kegembiraan, maka yang tertarik pada dirinya adalah kegembiraan. Teori ini lah yang menjelaskan mengapa orang yang selalu mengeluh, menuntut, mengumpat, menghujat saat di uji justru semaikin sering mengalami kesialan, karena saat ia di uji lalu memancarkan energi negative tanpa sadar, sesungguhnya ia telah menarik, dan meminta kesialan tersebut. Sebaliknya orang yang selalu merasa beruntung dan menikmatinya (bersyukur), justru ia akan selalu mengalami keberuntungan, karena saat ia di uji lalu tetap memancarkan energi positif (bersyukur), dengan sadar atau tanpa sadar sesungguhnya ia telah menarik dan meminta keberuntungan pada dirinya. Kesimpulannya, perasaan dan pikiran yang positif (ikhlas), untuk mencapai kualitas hidup yang paling baik.

Allah berfirman dalam hadist Qudsy “Sesungguhnya aku sesuai dengan prasangka hamba ku” (Hadist).

Jadi pikiran dan perasaan yang  terpancar ke Alam Semesta adalah doa, dan setiap doa itu pasti akan di kabulkan, oleh Dia (Allah ) yang Maha Mengabulkan doa.

Sesuai firmannya :

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.” (QS. AL-Mu’min : 60)

Pikirannya dan perasaan, baik dalam bentuk positif maupun negative adalah do’a. Dan Allah mengabulkan do’a hambanya sesuai apa yang ia pinta dan ia sangkakan (baik positif maupun negatif). Ingat, karena setiap do’a pasti di kabulkan, manusia harus berhati-hati dalam berdoa. Sebab ucapan, tindakan, dan perbuatan negatif yang terpancar dari dalam diri manusia, akan menjadi doa negative (keburukan) bagi dirinya, dan berdampak negative (buruk) pula bagi hidupnya. Sebaliknya ucapan, tindakan, dan perbuatan yang positif, akan menjadi doa yang positif dan pasti akan berdampak positif pula bagi kehidupannya.
Hukum daya tarik menarik (Law Of Attraction) energi ikhlas, sejalan dengan ilmu fisika quantum. Yang menjelaskan bahwa “Getaran yang kita keluarkan, akan di respon oleh lingkungannya, dan akan memberikan getaran balik yang sama atau lebih besar dari pada getaran yang di berikan…”
Karena itu, ikhlaskan selalu hati agar ruhani manusia sehat dengan nilai-nilai positif, yang akan seanntiasa memancar di setiap ucapan, tindakan, dan perbuatan dalam hidupnya. Pancaran cahaya yang bersumber dari kekuatan Tuhan yang Maha Kuasa, dengan motivasi Spiritual Ilahiah, yang merupakan sumber segala sumber kekuatan segala kekuatan, penolong segala penolong, penyembuh segala penyembuh setiap ujian dan musibah yang menimpa manusia.
C. Mensehatkan Pikiran Manusia

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
(QS. Ali-Imran : 191)

Selain mensehatkan jasmani dan ruhani manusia, ikhlas juga ternyata mensehatkan pikiran manusia. Keikhlasan ternyata dapat membuat pikiran seseorang berada pada posisi relaks, nyaman, khusu, dan meditatif. Karena itu ikhlas ternyata dapat merubah pikiran seseorang menjadi positif (positive thinking). Orang yang hidup dengan pikiran positif cendrung bahagia, jika ia harus memberi, maka ia yakin pemberian tersebut akan bermanfaat, dan ia sendiri tidak akan merasa kekurangan saat memberi. Karena itu, ia cenderung mudah bahagia.
Dampak kesehatan pola pikir juga bagus, orang yang selalu berfikir positif cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Sebaliknya orang yang sering berfikir negative relative lebih mudah stres dan depresi. Jika seorang yang berfikir negative ada yang memberi hadiah, ia akan berfikir itu sebagai bujuk rayu. Dia akan mudah curiga, karena terus berfikir buruk. Curiga pada orang lain sesungguhnya akan berdampak buruk pada dirinya. Akibatnya, ia tertekan atas ke khawatiran dan pikiran negatifnya.
Orang yang berfikir negatif cenderung memiliki kesehatan buruk. Saat pikiran negatif menguasai diri, maka sistem syaraf bekerja lebih berat, aliran darah dan detak jantung pun tidak akan teratur. Dentak jantung tidak teratur bisa berakibat buruk pada tubuh, penelitian SUMS pada 1012 pria dan wanita yang di lakukan pemantauan selama 8 tahun menunjukan sifat pemarah seseorang 3 kali beresiko serangan jantung, dan menjadi 5 kali bila ia mengidap kolesterol tinggi.
Sesungguhnya berfikir positif adalah impian setiap orang di dunia ini, karena dengan berfikir positif berarti seseorang hanya mengizinkan pemikiran yang baik dalam pikirannya. Pikiran positif juga memungkinkan dia untuk berfikir segala yang baik, seputar kehidupan dan hasil yang ia capai. Orang yang berfikir positif akan memperoleh perasaan menyenangkan dan konstruktif, ia akan menvisualisasikan hal-hal yang positif, dan membangun kehidupan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Bahasa tubuhnya akan menunjukan kapsitas besar, untuk mencapai segala sesuatu yang di anggap mustahil, karena ia percaya pada kekuatan Tuhan yang Maha Memelihara.
Keikhlasan seseorang akan menghasilkan pikiran positif, yang mampu menghilangkan pengaruh buruk dari pikiran negatif. Dalam dunia medis, pengaruh buruk dari pikiran negatif di sebut dengan Psikoneuroimunologi. Sebagai contoh, saat kita melihat sesuatu yang menjijikan, tiba-tiba kita merasa mual dan muntah. Hal itu bukan karena diri kita mual dan muntah  akibat lambung yang sakit, namun di sebabkan karena pikiran negatif kita mempengaruhi lambung, hingga timbul rasa mual dan muntah tersebut.
Begitu juga saat kita melihat sesuatu yang menakutkan, tiba-tiba jantung kita berdebar-debar, atau mungkin juga sampai pingsan, hal ini juga bukan karena fungsi jantung yang tidak normal, namun lebih pada pikiran negative mempengaruhi fungsi organ tubuh manusia. Begitu pun sebaliknya, pikiran positif akan membantu jantung dan lambung anda untuk lebih rileks, nyaman, dan normal.
Ketika seseorang berfikir, merenung, dan berdoa, maka otaknya akan berlangsung suatu proses psikodinamika, yang menghasilkan gelombang elektromagnetik. Nah gelombang tersebut bisa terpencar keluar, dan menimbulkan resonansi pada orang lain. Begitu ia beribadah, contohnya sholat, maka konsentrasi yang tinggi dalam kekhususan shalatnya, akan menghasilkan gelombang elektro magnetik yang berkorelasi dengan kualitas sholatnya. Keikhlasan seseorang dalam sholat akan menentukan kualitas ibadahnya, dan hal ini dapat di ukur dari pancaran gelombang elektromagnetik dalam otaknya.
Semakin resonansi gelombang gitar yang bila dua pasang manusia saling jatuh cinta, pandangan pertama, atau teks SMS sekali pun, bisa menimbulkan resonansi rasa kasmaran satu sama lain. Hal yang sama berlaku antara Ibu, dan anak, bila seorang anak menangis maka walaupun sang Ibu berada di tempat jauh, akan merasakan resonansi rasa gelisah dari tangisan anak tersebut. Hal yang sama apabila kita berdoa secara khusu dan ikhlas, maka doa tersebut akan sampai ke alam trasedental. Aktivitas berfikir positif melalui keikhlasan seseorang akan bernilai tinggi secara trasedental, dan memberi damapak yang positif bagi mereka yang melaksanakannya, efectnya akan tercermin pada prilaku sehari-harinya.

1.1 Ikhlas Mengaktifkan Gelombang Otak Alpha dan Theta

Ikhlas akan mengaktifkan gelombang otak Alpha dan Theta. Dua gelombang itu merupakan gelombang relaksasi, meditasi, imajinasi, alam bawah sadar, intuisi, dan keheningan yang mendalam. Gelombang Alpha dan Theta adalah gelombang keikhlasan, yang merupakn output dari positif thingking. Gelombang energi yang menciptakan keyakinan diri, pancaran optimisme yang kokoh dan hidup dengan penuh rasa syukur.
Dengan ikhlas kita di tuntut untuk memperkuat api optimisme, agar kita mampu merawat pola pikir yang positif pada Tuhan yang Maha Kuasa. Menginjeksikan daya positif ke dalam sel-sel otak manusia, ternyta tak semudah membikin indomie rebus. Sebab ujian dan tantangan hidup menciptakan kerumitan masalah, yang selalu memancing emosi keikhlasan, agar tak langsung layu saat badai kehidupan menghadang bertubi-tubi.
Para ahli saraf (neurolog) telah menemukan beberapa jawaban, dan jawabanya terletak pada gelombang otak kita. Melalui serangkaian eksperimen dan alat ukur yang bernama EEG (Elactro Encephalo Gram). Kalu kita pergi ke labolatorium atau ke pusat penelitian fungsi otak manusia. Maka kita bisa menemui EEG dan Brain Mapping. Kedua alat tersebut di gunakan untuk mengamati aktivitas tak manusia. Perbedaaannya Brain Mapping hanya memeriksa secara fisik, untuk mengetahui adanya gangguan, kerusakan atau kecacatan otak, misalnya tumor otak, pecahannya pembulu darah otak, dan benturan kepala. Sedangkan EEG memeriksa getaran, frekuensi, sinyal, atau gelombang otak, yang kemudian di kelompokkan ke dalam beberapa kondisi kesadaran.
Getaran atau frekuensi adalah pulsa (implus) perdetik dengan satuan Hz. Berdasarkan riset selama bertahun-tahun di berbagai Negara maju, frekuensi otak manusia berbeda-beda untuk setiap fase sadar, rileks, tidur ringan, tidur nyeyak, trance, panik, dan sebagainya. Melalui penelitian yang panjang, akhirnya para ahli syaraf (otak) sependapat bahwa gelombang otak berkaitan dengan kondisi pikiran. Berikut ini adalah jenis-jenis frekuensi gelombang otak manusia, dan pengaruhnya terhadap kondisi otak manusia.
Pertama, GAMMA (16 hz-100 hz). Adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi. Misalnya saat berada di arena perebutan kejuaraan, tampil di muka umum, sangat panik, ketakutan, kondisi ini dalam kesadaran penuh.
Berdasarkan penyelidikan Dr. Jeffrey D. Thomson (Center For Acoustic Research), diatas gelombang gamma sebenarnya masih ada lagi yaitu gelombang hypergamma (tepat 100 hz) dan gelombang  Lambada (tepat 200 hz), yang merupakan gelombang supernatural atau berhubungan dengan kemampuan yang luar biasa.
Kedua, BETA (12 hz- 19 hz). Adalah merupakan gelombang otak yang terjadi pda saat seseorang mengalami aktifitas mental yang terjaga penuh, sadar, dan di dominasi oleh logika. Inilah kondisi normal yang kita alami sehari-hari ketika sedang terjaga dan berinteraksi dengan orang lain di sekitar anda. Kita berada pada frekuensi ini ketika kita bekerja,berkonsentrasi, berbicara, berfikir tentang masalah yang kita hadapi. Gelombang Beta di bagi menjadi 3 kelompok yaitu high beta (lebih dari 19 hz) yang merupakan transisi dengan getaran gamma, lalu getaran beta (15 hz-18 hz) yang juga merupakan transisi dengan getaran gamma, dan selanjutnya low beta (12 hz-15 hz).
Ketiga, ALPHA (8 hz-12 hz) adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksasi, atau mulai istirahat dengan tanda-tanda mata mulai menutup atau mulai mengantuk. Ketika otak kita berada dalam getaran frekuensi ini, kita akan berada pada posisi khusyu, relaks, meditatif, nyaman, dan ikhlas. Dalam frekuensi ini kerja otak mampu menyebabkan kita merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Seseorang akan menghasilkan gelombang alpha setiap akan tidur, tepatnya masa peralihan antara sadaran tidak sadar. Fenomena Alpha setiap akan tidur, tepatnya masa peralihan antara sadar dan tidak sadar. Fenomena Alpha banyak di manfaatkan oleh pakar hypnosis untuk mulai memberikan sugesti pada pasiennya.
Orang yang memulai meditasi (meditasi ringan) juga menghasilkan gelombang alpha. Frekuensi alpha 8-12 hz merupakan frekuensi pengendali, penghubung pikiran sadar dan bawah sadar. Seseorang bisa mengingat mimpinya, karena ia memiliki gelombang alpha. Kabur atau jelas sebuah mimpi yang bisa seseorang ingat, tergantung kualitas dan kuantitas gelombang alpha pada saat ia bermimpi.
Keempat, THETA (4 hz-8 hz). Adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami tidur ringan atau sangat mengantuk. Dalam frekuensi yang rendah ini, seseorang akan berada pada kondisi sangat khusyu, keheningan yang mendalam, depp-meditation, dan mampu mendengar nurani bawah sadar. Tanda-tanda nafas mulai melambat dan dalam, inilah kondisi yang di raih saat Ulama Sufi sedang melamtunkan doa dan dzikir di tengah keheningan malam pada Sang Ilahi. Selain di ambang tidur, beberapa orang juga menghasilkan gelombang otak ini saat trance, hypnosisi, meditsi dalam, berdoa, menjalani ritual agama dengan khusyu. Orang yang mampu mengalirkan energi Chi dan Prana juga menghasilkan gelombang otak theta pada saat mereka melakukan latihan.
Bayi dan balita yang rata-rata tidur lebih dari 12 jam sehari, selalu berada dalam fase gelombang otak alpha dan theta. Perlu di ingat, gelombang alpha dan theta adalah gelombang pikiran bawah sadar. Oleh sebab itu, anak-anak cepat sekali dalam belajar dan mudah menerima perkataan dari orang lain apa adanya. Gelombang otak ini juga menyebabkan daya imajinasi anak-anak luar biasa. Ketika mereka bermain mobil-mobilan misalnya,imajinasi mereka aktif dan permainan pun akan menjadi seru.
Gelombang theta juga di kenal sebagai gelombang ajaib, karena gelombang ini berkaitan dnegan kekuatan psikis. Berdasarkan penyelidikan para ahli, bahwa banyak terjadi kecelakaan pesawat udara, tabrakan, kebakaran, kecelakaan kapal laut yang menewaskan banyak orang. Namun ada keanehan, beberapa anak balita bisa selamat. Hal ini di karena kan anak-anak hampir akan terjadi apabila kita dapat memasuki fase gelombang theta. Seseorang meungkin pernah mengalami saat berdo’a, sholat, dan berdzikir. Dengan dasar ini pula lah “God Spot” di temukan.
Kelima, DELTA (0,5 hz-4 hz). Adalah gelombang otak yang memiliki amplitudo yang besar dan frekuensi yang rendah, yaitu di bawah 3 hz. Otak manusia menghasilkan gelombang ini ketika anda tertidur lelap, tanpa mimpi. Fase delta adalah fase istirahat bagi tubuh dan fikiran, frekuensi ini otak memproduksi human growth hormone yang baik bagi kesehatan kita. Bila seseorang tidur dalam keadaan delta yang stabil, kualitas tidurnya sangat tinggi. Saat tersebut tubuh seseorang melakukan proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan jaringan, dan aktif memproduksi sesl-sel baru saat ia tertidur lelap. Karena itu meski tertidur hanya sebentar, ia akan bangun dengan tetap merasa segar bugar.
Penyelidikan di atas menunjukkan bahwa proses penumbuhan keyakinan positif dalam pikiran manusia akan berlangsung dengan optimal jika otak kita tengah berada pada kondisi Alpha dan Theta. Dalam frekuensi inilah, jika ia menginjeksikan energi positif dalam setiap jejak sel saraf kita secara mulus. Apabila kita kita merajut keyakinan positif dan visualisasi keberhasilan dalam kondisi Alpha maka rajutan itu benar-benar akan menembus alam bawah sadar kita.
Bagi seorang muslim saat seseorang berdoa, shalat dan berdzikir, ferkuensi gelombang otaknya aakn berada pada kondisi Alpha dan Theta. Disinilah moment-moment kontemplatif seorang makhluk, saat ia bersujud di hadapan Sang Khalik (Allah). Ada perasaan keheningan yang menggetarkan, perasaan khusu yang mendamaikan. Perasaan itu muncul karena saat itu ia berada dalam kondisi gelombang otak Alpha dan Theta. Dalam meomentum seperti itulah seseorang dengan mudah memasuki hamparan kepasrahan total pada Sang Pencipta, dengan rasa syukur yang mengalir dalam jiwa, ia juga bisa merajut butiran-butiran  keyakinan positif keikhlasan dalam segenap jasmani, ruhani, dan pikirannya secara utuh.
Gelombang otak Alpha dan Theta adalah gelombang yang resonansinya paling kuat. Namun gelombang ini juga termasuk yang paling sulit di bangkitkan, dibandingkan gelombang Beta yang kita aktifkan saat kita berfikir sehari-hari, sebagimana halnya susah untuk berkonsentrasi. Pancaran gelombang otak Alpha dan Theta dari pikiran inilah yang akan menyebar keluar, hingga menggerakkan orang lain melakukan hal-hal positif.
Pancaran resonansi gelombang otak dari seseorang bisa terlihat pada sorot mata dan wajah seseorang. Saat kita bertemu dengan seseorang yang baru, kok rasanya akrab dan ramah. Atau sebaliknya kok rasanya nggak nayman. Itu menandakan pancaran resonansi gelombang otak yang kita terima, berbeda tergantung pancaran resonansi gelombang otak orang tersebut.
Hal yang sama juga di alami saat orang lain bertemu kita, kalau kita selalu positive thingking, berjiwa tenang dan tulus, oranglain pun akan merasakan nyaman saat bertemu kita. Sebaliknya kalu kita negative thingking, hati gelisah dan marah, maka akan mengeluarkan sinyal gelombang negative, sehingga membuat orang lain tak nyaman.
Keihlasan akan membuat resonansi gelombang otak manusia berada pada kondisi positif (Alpha dan Theta). Hal tersebut apabila di aktifkan, akan berangsur-angsur menyehatkan mental, karena hidup seseorang yang berfikiran positif akan selalu jujur, dapat di percaya, adil, konsisiten, dan mampu bekerja sama dengan orang lain. Kinerjanya selalu produktif, berinisiatif, bersemangat, berfikir jauh ke depan, mampu mengelola konflik, sehingga tindakan positifnya akan menghasilkan hal-hal yang positif pula. Orang yang berfikir dan berprilaku positif, selalu akan berbuat sesuatu yang besar, lebih bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain dan masyarakat. Semua hal tersebut, akan terjadi apabila seseorang berada dalam kondisi “Ikhlas”.

1.2 Ikhlas Mengaktifkan Produksi Zat Endhorphin

Hasil penelitian aliran Goldstein: di temukan adanya Zat endhorphin dalam otak manusia, yaitu zat yang memberikan efect menenangkan yang di sebut endogegonius morphin. Endhorphin adalah bahan boikimia alami yang di hasilkan otak pada saat seseorang melakukan olah raga. Ia dapat membuat seseorang bersemangat, tetapi tahukan endhorphin juga dapat di hasilkan ketika kondisi gelombang otak berada pada gelombang Alpha/Theta, dan juga dapat meningkatkan kemampuan belajar dan daya ingat.
Ilmuwan percaya bahwa otak yang menghasilkan endhorphin berada pada area yang sama, yang terlibat dalam proses belajar dan mengingat. Hasil penelitian di Nort Westren University membuktikan bahwa ketika seseorang sedang mempelajari sesuatu, otak manusia menghadiahkan dirinya dengan menghasilkan endorphin. Hal ini di yakini, sebagi penyebab hal-hal baru lebih gampang untuk di ingat dan di ulang kembali.
Dengan kata lain, belajar mengingat akan lebih mudah  di lakukan apabila terdapat cukup banyak endhorphin dalam otak, suatu kondisi yang dapat terjadi apabila otak barada pada gelombang Alpha dan Theta. Ada keuntungan lain yang dapat anda peroleh apabila anda fokus pada konfigurasi gelombang otak Alpha dan Theta ini, yaitu seseorang akan lebih mudah untuk mengubah citra diri atau gambaran melalui mental negatif dirinya menjadi citra diri atau mental positif diri manusia baru.
Drs Subandi MA, menjelaskan bahwa kelenjar endorfina dan enkafalina yang dihasilkan oleh kelenjar pituitrin di otak ternyata mempunyai efek mirip dengan opiat (candu) yang memiliki fungsi menimbulkan kenikmatan (pleasure principle), sehingga disebut opiat endogen. Apabila seseorang sengaja memasukkan zat morfin ke dalam tubuhnya, maka akan terjadi penghentian produksi endorphin. Jika pengguna narkoba, menghentikan secara tiba-tiba, orang tersebut akan mengalami sakau (ketagihan yang menyiksa dan gelisah); karena otak tidak memproduksi zat tersebut.
Gelombang Alpha dan Tetha yang menghasilkan zat endhorphin sangat baik untuk relaksasi. Untuk mengembalikan produksi endhorphin di dalam otak bisa dilakukan dengan meditasi, shalat yang benar atau melakukan dzikir, juga berdoa dengan khusyu sampai seseorang bisa sampai pada kondisi keikhlasan, yang memang dapat memberikan dampak ketenangan, ketentraman dan juga kedamaian.

About gatotaryo17

Saya Penulis novel Mimpi Bulan & The Jilbab Code?!, Aktif menjadi Moderator Komunitas Coretan, sarang para penulis muda. Juga Bekerja Sebagai Desain Grafish di Perusahaan Property Lihat semua pos milik gatotaryo17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: